6. Laporan Kegiatan: 6.1 Menganalisi Laporan
6.2 Menilai Laporan Pelaksanaan Program
7. Presentasi Program dan Pidato Tanpa Teks: 7.1 Menjelaskan Program Kegiatan
7.2 Berpidato Tanpa Teks dengan Intonasi dan Sikap yang tepat
8. Membaca Teknik dan Membaca Cepat: 8.1 Membacakan Teks Pidato
8.2 Menemukan Ide Pokok Suatu Teks
9. Menulis Berbagai Jenis Paragraf dan Makalah: 9.1 Menyusun Paragraf Induktif dan Deduktif
9.2 Paragraf Contoh, Perbandingan, dan Proses
9.3 Menyusun Makalah
10. Komponen Kebahasaan (Bahasa Lisan dan Tulis): 10.1 Kalimat Pragmatik
10.2 Perubahan, Pergeseran Makna Kata, dan
Hubungan Makna Kata
10.3 Menganalisis Wacana Lengkap (lisan/tulis)
10.4 Ragam Bahasa Sesuai Konteks dan Situasi
Jumat, 10 Desember 2010
Lentera Cinta
Seribu kali kucoba menghindari
Seribu kali kucoba menghampiri
Namun langkahku menjadi kian pasti
Menggapai bayangmu dalam cinta yang semu
Seribu kali kumenatap gambarmu
Seribu kali kumenyebut namamu
Hasrat padamu kian mendesak kalbu
Namun selalu aku merasakan tak mampu
Ke mana 'ku harus melangkah
Jejakmu samar-samar kuinkuti
Ke mana 'ku harus melangkah
Cintamu terlalu sulit untukku
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar 'ku tak jatuh dalam kegelapan
Agar 'ku tak jatuh dalam kegelapan
Seribu kali kucoba menghampiri
Namun langkahku menjadi kian pasti
Menggapai bayangmu dalam cinta yang semu
Seribu kali kumenatap gambarmu
Seribu kali kumenyebut namamu
Hasrat padamu kian mendesak kalbu
Namun selalu aku merasakan tak mampu
Ke mana 'ku harus melangkah
Jejakmu samar-samar kuinkuti
Ke mana 'ku harus melangkah
Cintamu terlalu sulit untukku
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar 'ku tak jatuh dalam kegelapan
Agar 'ku tak jatuh dalam kegelapan
Kata-kata untuk direnungkan
Hidup adalah jalinan impian yang kadang tak seimbang dengan kenyataan, tetapi bagaimana kita menghadapi kenyataan, itulah yang terpenting ....
KT PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM SEBAGAI PENGAKUAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA, WINDI
FORMAT KARYA TULIS:
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Metode Penelitian
BAB II Penegakan Supremasi Hukum sebagai Pengakuan Hak Asasi Manusia di Indonesia
2.1 Pengertian Hukum dan HAM
2.2 Penyelewengan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
2.3 Penanganan Permasalahan Hukum dan HAM di Indonesia
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Metode Penelitian
BAB II Penegakan Supremasi Hukum sebagai Pengakuan Hak Asasi Manusia di Indonesia
2.1 Pengertian Hukum dan HAM
2.2 Penyelewengan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
2.3 Penanganan Permasalahan Hukum dan HAM di Indonesia
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN PENELITIAN
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Hipotesis
1.5 Manfaat Hasil Penelitian
1.6 Batasan
BAB II METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Alat dan Bahan
2.2 Prosedur Penelitian
BAB III KAJIAN PUSTAKA
3.1 Kajian Mengenai Tanaman Pepaya ---> contoh
3.2 Kajian Mengenai Penyakit Flu Burung (Avian influenza)
3.3 Kajian Mengenai Ayam Kampung (Gallus domestica)
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Hipotesis
1.5 Manfaat Hasil Penelitian
1.6 Batasan
BAB II METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Alat dan Bahan
2.2 Prosedur Penelitian
BAB III KAJIAN PUSTAKA
3.1 Kajian Mengenai Tanaman Pepaya ---> contoh
3.2 Kajian Mengenai Penyakit Flu Burung (Avian influenza)
3.3 Kajian Mengenai Ayam Kampung (Gallus domestica)
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Pantun Percintaan
Menangis seorang diri
Di tepi sebuah pantai
Derita hati ini
Kar'na kasih tak sampai
Di tepi sebuah pantai
Derita hati ini
Kar'na kasih tak sampai
Kamis, 11 November 2010
Undian Presentasi untuk muridku Kelas X Sem Gasal
Presentasi menyampaikan informasi (aktual)
Maju nomor urut 1
Presentasi menyampaikan informasi (aktual)
Maju nomor urut 2
Presentasi menyampaikan informasi (aktual)
Maju nomor urut 3
Presentasi menyampaikan informasi (aktual)
Maju nomor urut 4
Presentasi Teori Paragraf Argumentasi
Presentasi Teori Paragraf Argumentasi
Presentasi Teori Paragraf Persuasi
Presentasi Teori Paragraf Persuasi
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut 1
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut 2
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut 3
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut 4
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut 5
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut 6
Presentasi mengungkapkan cerita rakyat
Maju nomor urut 7
Presentasi Teori Pidato
Presentasi Teori Pidato
Presentasi hasil menulis teks pidato
Maju nomor urut 1
Presentasi hasil menulis teks pidato
Maju nomor urut 2
Presentasi hasil menulis teks pidato
Maju nomor urut 3
Presentasi hasil menulis teks pidato
Maju nomor urut 4
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok I
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok I
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok II
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok II
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok III
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok III
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok IV
Presentasi menulis hasil wawancara
Kelompok IV
Mendiskusikan masalah (1) Mendiskusikan masalah (2)
Mendiskusikan masalah (1) Mendiskusikan masalah (2)
Mendiskusikan masalah (1) Mendiskusikan masalah (2)
Menyampaikan cerita lucu (1) Menyampaikan cerita menggembirakan (1)
Menyampaikan cerita lucu (2) Menyampaikan cerita menggembirakan (2)
Menyampaikan cerita lucu (3) Menyampaikan cerita menggembirakan (3)
Menyampaikan cerita mengharukan (1)
Menyampaikan cerita mengharukan (2)
*Menyampaikan cerita mengharukan (3)
Menyampaikan cerita menyedihkan (1)
Menyampaikan cerita menyedihkan (2)
*Menyampaikan cerita menyedihkan (3)
Menyampaikan cerita menakutkan (1)
Menyampaikan cerita menakutkan (2)
*Menyampaikan cerita menakutkan (3)
Menyampaikan cerita membanggakan (1)
Menyampaikan cerita membanggakan (2)
*Menyampaikan cerita membanggakan (3)
Presentasi teori paragraf naratif
Presentasi teori paragraf naratif
Presentasi teori paragraf deskriptif
Presentasi teori paragraf deskriptif
Presentasi unsur-unsur bentuk puisi
(majas, irama, kata-kata berkonotasi, kata bermakna lambang)
Presentasi unsur-unsur bentuk puisi
(majas, irama, kata-kata berkonotasi, kata bermakna lambang)
Presentasi jenis-jenis puisi (balada, elegi, roman, ode, himne, satire)
Presentasi jenis-jenis puisi (balada, elegi, roman, ode, himne, satire)
Presentasi unsur instrinsik dan ekstrinsik sastra
Presentasi unsur instrinsik dan ekstrinsik sastra
Presentasi teori paragraf eksposisi
Presentasi teori paragraf eksposisi
Presentasi teori puisi lama (pantun dan syair)
Presentasi teori puisi lama (pantun dan syair)
Presentasi teori puisi baru (ciri-ciri, bait, rima, irama)
Presentasi teori puisi baru (ciri-ciri, bait, rima, irama)
Puisi Khalil Gibran
| WAKTU | |||||
| Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?…. Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur. Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim. Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya. Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi, Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan. Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa. Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya? Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain? Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan. | |||||
| PERSAHABATAN | |||||
| Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”. Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan. Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran. Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan. Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu. Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan. Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan. | |||||
Mutiara Kata
· Dari sebuah hukuman,
aku belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dari setetes tangisan,
aku belajar untuk tidak menyakiti orang lain.
Dari sekecup senyuman,
aku belajar untuk menghargai orang lain.
Dari Tuhan Allah,
aku tahu arti hidup yang sesungguhnya.
God Love You ….
Langganan:
Komentar (Atom)